Minggu, 23 Desember 2012

DADANG KURNIA ,INDAHNYA BERSAMA BANDUNG RAYA


Hati-hati bila menghadang Dadang Kurnia. Begitu ia lepas dari sergapan, ia akan melejit bak anak panah lepas dari busurnya. Selain licin bagai belut, Dadang, bekas gelandang Persib ini juga memiliki modal tendangan "geledek".
Ini sudah dibuktikannya. Sebagai pendatang baru, Dadang kini sudah berada di posisi teratas pencetak gol bersama I Made Pasek Wijaya dari Pelita Jaya dan Muhammad Al-Haddad ujung tombak Niac Mitra.
"Hanya saja ia kurang percaya diri," ujar Sunario, pelatih Bandung Raya, klub yang kini memayungi Dadang. "Kalau kepercayaan dirinya sudah benar-benar ada, maka Dadang akan menjadi pemain berbahaya," katanya lagi.
"Dia punya modal untuk menembak dari jarak jauh, tapi itu belum berani dilakukan. Kalau ini sudah dilakukannya, maka anda bisa lihat sendiri," sambung Risnandar, adik Sunarto yang juga bertindak sebagai asisten pelatih.



"Top Scorer"
Bagi Dadang, ambisinya di Galatama cukup jelas. "Saya akan mengejar posisi top-scorer," katanya dengan mantap. "Walaupun saya masih banyak kekurangan, tetapi hasrat saya untuk menjadi penjaring gol terbanyak begitu besar," katanya lagi.
Menurut Dadang, Galatama merupakan tempat yang dapat membawanya ke puncak prestasi. Meski ia mengaku sempat terkejut ketika pertama kali tampil. "Beda sekali main di Galatama. Semua serba keras, ya teknik, ya disiplinnya," tutur Dadang.
Dadang yang 12 Agustus lalu genap berusia 22 tahun, tampaknya memang memiliki peluang cukup besar. Potensinya cukup ada, tetapi selama ini masih belum tergarap total. Maka bagi bekas pemain UNI Bandung ini, pilihannya bergabung ke Galatama
sangatlah tepat.
"Di sini saya digaji cukup lumayan Rp 200 ribu perbulan. Apalagi yang saya pikirkan kecuali bermain bola. Maka saya optimis akan berkembang dan hasrat saya pun akan tercapai," ucap pengagum Marco Van Basten ini.

(Penulis: Omay Komar - Tabloid BOLA, edisi no. 247, 18 November 1988)

saya jadi ingat tulisan ini sempat saya baca saat awal-awal saya langgangan tabloid Bola..saat itu saya heran gimana (saat itu )  club juru kunci Bandung Raya bisa melahirkan top scorer ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar